Bukan Hanya Suka Melarang, Berikut 6 Ciri ciri Strict Parents
Kepribadian dari seorang anak sangat ditentukan oleh faktor genetik dan lingkungannya, umumnya orangtua merupakan lingkungan pertama setiap anak yang sangat berkontribusi dalam membentuk kepribadian seorang anak.
Orang tua memberikan pola asuh yang baik akan meningkatkan kualitas interaksi antara dirinya dengan si anak, membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak, mencegah anak berperilaku menyimpang dan orang tua juga akan lebih memahami perkembangan pola pikir si anak. Jika hubungan antara orang tua dan anak tidak begitu dekat atau memiliki kerenggangan, anak menjadi tidak terbuka atau lebih tertutup kepada orangtuanya, dan anak yang tertutup lebih berpotensi untuk terjerumus pergaulan yang salah atau buruknya anak mudah terjerumus dengan kriminalitas.
Setiap orangtua memiliki cara pola asuh, serta metode dalam memberikan pendidikan bagi si anak, nah untuk pola asuh otoriter atau strict parents sangat dominan dengan sikap orang tua yang melarang anaknya. Namun, ternyata strict parents sering kali memberikan dampak negatif pada si anak, yang mengakibatkan anak merasa tidak percaya diri dan bahkan bisa merusak mental anak, wah ngeri banget ya.
Berikut ini kami rangkum ciri ciri strict parents dalam pola asuh orang tua :
1. Menuntut Banyak Hal dari si Anak
Ciri kamu adalah orang tua strict parents pertama bisa dilihat dari banyak hal yang kamu inginkan dari anakmu, kamu sering menuntut mereka dengan berbagai macam hal dalam kehidupan mereka. Sikap kamu ini bisa memberikan efek buruk bagi anak, karena anak bisa jadi merasa tertekan, memicu rasa benci pada orang tua nya dan juga dengan dirinya sendiri. Mereka juga sering merasa tidak dianggap dalam keluarga karena tidak sesuai dengan standar yang orang tuanya inginkan.
2. Sering Memberi Kritik
Ternyata berlebihan dalam memberi kritik merupakan tanda kamu tipe strict parents, kamu merasa anak harus selalu diberi kritik tanpa mencari tahu terlebih dahulu akar dari permasalahannya. Kamu tidak pernah belajar untuk memahami bagaimana anak mu, atau apa masalah yang mungkin dihadapinya.
Ada baiknya sebelum memberi kritik pada anak, kamu cari tahu terlebih dahulu akar dari permasalahannya, kamu juga harus fokus pada perilaku atau tindakan yang salah bukan pada karakter anakmu, dan tenangkan dirimu sebelum memberi kritik pada anak agar amarah mu berkurang. setelah kamu memberikan kritik pastikan untuk memberikan solusi atas kesalahan yang dilakukannya.
3. Tidak bisa Percaya pada Anak
Ciri lain kamu adalah orang tua dengan tipe strict parents ialah kamu jarang memberi apresiasi pada anakmu, harusnya sebagai orangtua kamu mengembangkan rasa percaya pada diri anak mu dari usia sedini mungkin, karena rasa percaya yang kamu berikan sangat berbuah baik bagi perkembangannya, anak yang mendapatkan kepercayaan dari orangtuanya cendrung lebih mandiri dan lebih menghargai orang orang yang ada disekitarnnya.
4. Jarang Memberi Apresiasi Kepada Anak
Kamu sering merasa tidak puas dengan perkembangan anakmu sehingga jarang memberinya apresiasi, berarti kamu juga termasuk orangtua dengan pola asuh strict parents. Karena buruk strict parents lainnya ialah orang tua jarang memberikan apresiasi pada anak.
Padahal apresiasi mu sebagai orang tua sangat penting baginya, karena sebuah apresiasi bisa meningkatkan keterampilan dan kreativitasnya, menghindari anak dari rasa stress, juga memotivasi anak untuk belajar lebih giat lagi, dan apresiasi mampu mempererat hubungan antara orang tua dan anak.
5. Susah Membangun Komunikasi
Kamu tentu saja tahu bahwa komunikasi antara orang tua dan anak itu sangatlah penting.
Namun jika kamu merasa susah untuk membangun komunikasi dengan anak, kamu termasuk dalam ciri ciri orang tua dengan pola asuh strict parents.
Namun jika komunikasi mu buruk pada anak, anak jadi merasa tidak nyaman berada didekatmu, dan cendrung lebih suka berada di luar rumah.
Membangun komunikasi yang baik mampu mempererat hubungan antara orangtua dan anak, melalui komunikasi kita sebagai orang tua dapat mengembangkan keterampilan anak, mengetahui perasaan anak dan mudah mempengaruhi nya agar menjadi anak yang berkarakter santun, ramah dan berbudaya.
Terakhir ciri ciri dari strict parents ialah kamu tidak membiarkan anak memiliki kebebasan untuk mengeluarkan pendapatnya, sehingga anak mu tidak bisa bebas dalam mengutarakan keinginannya.
Padahal penting mendengarkan pendapat anak untuk memenuhi kebutuhan emosionalnya. Jika orang tua enggan untuk mendengarkan pendapat anak, maka yang terjadi dikemudian hari anak tidak lagi mendengarkan pendapat atau nasihat dari orang tuanya. untuk itu sangat penting untuk menjalin hubungan baik dengan saling mendengarkan antara orang tua dan anak.
Nah, sekarang kamu sudah tahu bukan ciri ciri apa saja yang menandakan kamu adalah orang tua dengan pola asuh otoriter atau strict parents. Jika kamu menjadi salah satu dari ciri ciri diatas segera diubah ya, karena buruknya pola asuh ini sering memberikan dampak buruk bagi anak, dari kurangnya kejujuran anak, anak sering merasa stress, tidak percaya diri, tidak mendiri, sering merasa tertekan.
Masih banyak kok cara yang lebih baik dalam memberikan pola asuh pada anak yang bisa meningkatkan kualitas hubungan mu dengan anak, yang pasti tidak dengan cara mengekangnya.





setuju sih, cara mendidik orang tua bisa membentuk karakter anak.
BalasHapusterimakasih ilmu parentingnya kak
BalasHapusStrict yg berlebihan juga tidak baik
BalasHapus