Blogroll

Israel Membeli Suara Para Artis dan Influencer Senilai US$5.000

Yesmine - Baru baru ini konflik yang terjadi antara negara Palestina dan Israel mulai membanjiri berita berita di seluruh penjuru dunia setelah Hamas atau kelompok militer Islam Palestina melakukan serangan balasannya pada 7 Oktober 2023 lalu. 

Serangan balasan yang dilakukan Hamas kepada Israel sebagai pembalasan atas perbuatan keji yang telah dilakukan oleh  Israel kepada warga Palestina sejak tahun 1948.

Lebih dari 75 tahun Palestina harus mengalami penderitaan, tak jarang warganya mendapatkan perlakuan tidak adil bahkan sangatlah keji. Banyak wanita wanita palestina yang diperkosa lalu dibunuh, Anak anak mereka bahkan dijadikan sandera, disiksa, kemudian dibunuh, b
ahkan saat mereka melaksanakan ibadah di masjid, Zionis akan mendatangi mereka dan menyiksa mereka. Tak ada hari tanpa rasa khawatir bagi rakyat Palestina, setiap harinya mereka harus merasakan siksaan siksaan keji dari Zionis Israel.


Setelah Hamas melakukan serangannya, Israel yang disenjatai oleh Amerika langsung membalas dengan memborbardir seluruh Palestina, hingga kini Israel telah membunuh sekitar 7.000 orang warga Palestina. 

Bahkan Israel melakukan pelanggaran dalam peperangan seperti penggunaan posfor putih yang mudah diserap kulit yang dapat menyebabkan luka bakar tingkat dua dan keracunan yang bisa merusak hati dan ginjal. Tak cukup sampai disitu itu Israel juga mulai menargetkan kampus, rumah sakit, tempat ibadah, dan warga sipil. 

Media Amerika berusaha melaporkan peperangan ini secara sepihak dengan menyatakan Hamas sebagai kelompok terorris yang kejam dan telah memenggal kepala bayi, dan memperkosa wanita wanita Israel. Namun tuduhan itu langsung dibantah oleh pihak Hamas dan bahkan para sandera juga menyatakan bahwa kelompok Hamas memperlakukan mereka dengan sangat baik, tidak ada penyiksaan apapun, kondisi kesehatan mereka juga di cek setiap 3 hari sekali. 

Tidak cukup sampai disitu, Israel ternyata juga berusaha mendapatkan rasa prihatin dari media dengan mencoba membayar beberapa artis dan influencer untuk turut serta membantu mereka menyebarkan kekhawatiran mendalam yang mereka (Zionis) rasakan. 

Tak tanggung tanggung Israel rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli suara para artis dan influencer, mereka memberi imbalan US$1.000, sementara untuk mereka para artis ataupun influencer yang aktif membela Palestina mereka dibayar hingga US$5.000 agar mau menggadai kan rasa kemanusiaan mereka.   

Zionis berusaha membeli suara influencer untuk membela Israel


Seperti yang disampaikan oleh influencer tiktok ini, iya mendapatkan email dari Zionis yang menawarkan sponshorship untuknya sebanyak US$5.000 asal ia mau membela Israel,  ia merasa ini sangat mengerikan dan telah melihat beberapa influencer telah membicarakan tawaran Israel kepada mereka, ia mengatakan tidak akan menjual rasa kemanusiaannya dan orang orang palestina, "kalian tidak bisa membeli suara ku untuk genoside dan mereka (zionis) menyebut orang orang Palestina anjing gila atau sejenis terroris. Mereka (zionis) sangatlah menjijikan". Dan diakhir Video ia meminta tolong bebaskan Palestina. 


Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Israel Membeli Suara Para Artis dan Influencer Senilai US$5.000"

  1. Hai Kak Yasmine, wah blognya keren ! tentang sejarah juga ada.. mengenai influencer ini yang dibayar, ya saya juga menyimak di instagram, yang saya pikirkan adalah ternyata influencer itu benar benar memiliki pengaruuh besar ya di jagad maya, hingga dibayar tinggi. Semoga kita bisa menjadi salah satu saksi bebasnya Palestina aamiin

    BalasHapus